Peringati HSN 2026, PWNU Jatim dan PCNU Nganjuk Gelar Ziarah Muassis: Teguhkan Khidmah dan Teladani Jejak KH Dahlan Abdul Qohar

KERTOSONO, MEDIACENTER MWC NU Kertosono – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar agenda Ziarah Muassis dan Muharrik NU serentak di berbagai daerah di Jawa Timur pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu dari rangkaian sekitar 20 agenda besar HSN yang dicanangkan oleh PWNU Jawa Timur.

Untuk wilayah Kabupaten Nganjuk, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk membagi rombongan peziarah ke dalam dua zona agar pelaksanaan berjalan tertib dan khidmat. Zona barat diarahkan berziarah ke maqbarah KH. Zainuddin di Pondok Pesantren Mojosari, Loceret. Sementara itu, zona timur—yang meliputi MWC NU Kertosono, Patianrowo, Baron, Tanjunganom, Lengkong, dan Jatikalen—difokuskan melaksanakan ziarah di maqbarah KH. Dahlan Abdul Qohar.

Rombongan ziarah di maqbarah KH. Dahlan Abdul Qohar dihadiri langsung oleh perwakilan jajaran PWNU Jawa Timur yang dipimpin KH. M.Yahya Badrus Sholeh dan Dr. H. Moh Nurul Hud, pengurus harian PCNU Nganjuk Rois Syuriah KH. Ali Mustofa Said dan Ketua Tanfidzyah KH. Drs. Hasyim Afandi,M.Ag., serta perwakilan pengurus MWC NU, lembaga, dan badan otonom (Banom) se-zona timur Kabupaten Nganjuk.

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan panitia dan PCNU Nganjuk, dilanjutkan dengan pembacaan tawasul, surat Al-Fatihah, tahlil, serta untaian doa bersama untuk almarhum dan para perintis NU. oleh Dr. H. Moh Nurul Huda

Lebih Lanjut Pembacaan Kisah Sang Muassis dan Muharrik NU oleh Rois Syuriah KH.Ali Mustofa Said.

“Meneladani Sosok Intelektual Muda dan Pejuang NU Asal Kertosono

Dalam tausiyah dan napak tilas sejarah yang disampaikan, dipaparkan sosok KH. Dahlan Abdul Qohar sebagai salah satu tokoh kunci dalam sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama. Lahir di Kertosono pada tahun 1897, beliau telah terlibat aktif mendirikan jam’iyah NU pada usia yang sangat muda, yakni kisaran 29–30 tahun.

Beliau mengenyam pendidikan di Tebuireng di bawah asuhan Hadratussyekh KH. M. Hasyim Asy’ari, mondok di Jamsaren Solo di bawah asuhan Kiai Idris, hingga menuntut ilmu di Tanah Suci Makkah. Menguasai bahasa Belanda, Inggris, dan Arab berkat latar belakang pendidikan HIS dan MULO, KH. Dahlan dikenal luas sebagai intelektual NU yang mumpuni.

Karena kepiawaian menulis serta keindahan kaligrafinya (khat), beliau dipercaya menulis banyak karya Hadratussyekh KH. M. Hasyim Asy’ari, termasuk menuliskan naskah Qanun Asasi (AD/ART pertama NU). Jejak perjuangan beliau tercatat gemilang di kancah nasional maupun internasional, di antaranya:

* Menjadi delegasi Komite Hijaz (1925/1926) bersama KH. Abdul Wahab Chasbullah dan Syekh Ghonaim Al-Mishri untuk menghadap Raja Ibnu Saud di Makkah.

* Merintis dan mendirikan jam’iyah NU di Kabupaten Nganjuk pada tahun 1927 sekaligus menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah pertama.

* Menjadi jurnalis dan mendirikan majalah/tabloid Soeara Nahdlatoel Oelama pada dekade 1930-an.

* Terpilih sebagai anggota Dewan Konstituante RI pada Pemilu 1955 mewakili wilayah Nganjuk.

Dalam mauidhoh hasanah perwakilan PWNU Jawa Timur, ditekankan pentingnya menjaga niat dan keikhlasan dalam mengabdi di Nahdlatul Ulama. Warga dan pengurus NU diingatkan agar tidak mencari keuntungan materi di dalam organisasi, melainkan berorientasi pada keberkahan dunia dan akhirat (lillahi ta’ala). Sikap sabar, tabah, serta tidak mudah terprovokasi sebagaimana keteladanan yang diwariskan Hadratussyekh KH. M. Hasyim Asy’ari dan para pendahulu harus terus dihidupkan oleh generasi penerus.

Tabur Bunga di Makam KH.Dahlan Abdul Qohar

Rangkaian ziarah diakhiri dengan ramah tamah dan doa penutup. KH Yahya Badrus Sholeh menitipkan pesan kepada Jam’iyah NU serta berharap Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026 ini, seluruh kader Nahdliyin, khususnya di lingkungan MWC NU Kertosono, diharapkan dapat terus menyambung sanad perjuangan, merawat warisan ajaran para ulama, serta istiqamah mengabdi demi kemaslahatan umat dan peradaban bangsa.

(Tim Redaksi Media Center MWC NU Kertosono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *